Selasa, 26 Mei 2026

Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun jarang disorot secara serius adalah larangan bagi wartawan untuk merangkap jabatan di lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas)


JT24 - Dunia jurnalistik dituntut menjaga marwah profesinya sebagai pilar keempat demokrasi. Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun jarang disorot secara serius adalah larangan bagi wartawan untuk merangkap jabatan di lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas). Praktik ini bukan hanya menimbulkan konflik kepentingan, tetapi juga berisiko mencederai kepercayaan publik terhadap media.


Independensi dan netralitas adalah fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Wartawan dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bebas dari pengaruh kelompok mana pun. Namun, ketika seorang jurnalis juga berperan aktif sebagai pengurus atau anggota LSM dan ormas, maka batas antara kepentingan jurnalistik dan kepentingan kelompok menjadi kabur.


Salah seorang Tokoh Pers Ilham Bintang, menyebut bahwa wartawan harus menjaga jarak dari semua bentuk kekuatan eksternal yang dapat memengaruhi integritasnya, termasuk LSM dan ormas. "Kita tidak ingin wartawan menjadi corong atau alat propaganda kelompok tertentu. Kalau dia aktif di LSM, bagaimana mungkin dia meliput secara adil jika berhadapan dengan isu yang menyangkut organisasinya sendiri?" ujarnya.



Senada dengan itu,Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Pers, Arif Zulkifli, juga menegaskan bahwa wartawan yang merangkap jabatan di LSM atau ormas telah melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), khususnya pasal yang menuntut independensi dan bebas dari konflik kepentingan.



“Wartawan tidak boleh terlibat dalam kegiatan yang menjadikannya berpihak. Apalagi sampai membawa nama media untuk kepentingan kelompoknya. Itu mencederai prinsip kerja jurnalistik yang netral dan objektif,” tegas Arif.

Konflik kepentingan ini tidak hanya berdampak pada kredibilitas wartawan, tetapi juga mencoreng reputasi media tempatnya bekerja. Masyarakat akan ragu terhadap keabsahan berita yang disampaikan, terlebih jika konten berita terindikasi berpihak, mengandung promosi tersembunyi, atau bahkan serangan terhadap pihak lain.



Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Sari, menyebut bahwa di era media digital yang serba cepat ini, integritas wartawan menjadi taruhan penting. “Wartawan yang juga aktivis LSM rawan terjebak dalam jurnalisme advokasi yang ekstrem. Publik bisa kehilangan kepercayaan, karena mereka tidak tahu lagi apakah yang dibaca itu berita atau agenda kelompok,” katanya.



Kasus seperti ini juga sering ditemukan di daerah, di mana wartawan sekaligus aktif di ormas atau LSM yang berfungsi sebagai pengawas anggaran, pemantau pilkada, atau pegiat isu-isu lokal. Keterlibatan ganda ini bisa menciptakan relasi yang rumit, bahkan membuka peluang barter informasi, pemerasan, atau konflik terbuka dengan narasumber.



Sebenarnya, regulasi sudah cukup jelas. Dalam Pedoman Perilaku Wartawan dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan Dewan Pers, disebutkan bahwa wartawan dilarang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi, apalagi organisasi eksternal. Bahkan, beberapa organisasi profesi seperti PWI dan AJI memiliki kode etik internal yang lebih tegas soal ini


Pewarta : RD

Senin, 25 Mei 2026

Prakiraan BMKG Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia

JT24 - Cuaca di sebagian wilayah Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga hujan sedang pada Selasa, 26 Mei 2026. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul sewaktu-waktu, terutama berupa petir, kilat, dan angin kencang saat beraktivitas di luar ruangan.


Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, kondisi atmosfer di sejumlah wilayah masih mendukung terbentuknya awan hujan sejak pagi hingga malam hari.


Prakirawan BMKG, Nazmi, menjelaskan bahwa hujan ringan menjadi kondisi cuaca yang paling banyak terjadi di Indonesia hari ini. Meski demikian, beberapa daerah tetap berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir.


“Sejumlah wilayah perlu mewaspadai hujan disertai kilat dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari,” ujar Nazmi dalam laporan prakiraan cuaca harian.


Sumatera, hujan rintik-rintik diperkirakan mengguyur Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, hingga Tanjung Pinang. Sementara itu, Kota Padang dan Pangkal Pinang masuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan petir.


BMKG mencatat Bandar Lampung berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang. Sedangkan Palembang diprakirakan mengalami kondisi udara kabur akibat faktor kelembapan dan partikel udara.


Wilayah Pulau Jawa, sebagian besar kota besar diprediksi mengalami hujan ringan seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Serang. Adapun Yogyakarta diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal sepanjang hari.


Untuk Bali dan Nusa Tenggara, cuaca di Denpasar diperkirakan turun hujan ringan, sedangkan Mataram dan Kupang cenderung cerah berawan.


Di wilayah Kalimantan, hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. BMKG juga meminta warga di Tanjung Selor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan petir yang dapat terjadi secara tiba-tiba.


Sementara Samarinda diprediksi mengalami udara kabur pada beberapa waktu tertentu.


Cuaca di Pulau Sulawesi umumnya lebih bersahabat. Kota Palu, Kendari, dan Manado diperkirakan mengalami hujan ringan, sedangkan Makassar, Gorontalo, dan Mamuju cenderung cerah berawan.


Untuk kawasan Indonesia timur, hujan ringan diprakirakan turun di Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, Nabire, hingga Merauke. Sedangkan Jayapura diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang.


BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Utara dan Maluku Utara dengan status siaga. Selain itu, beberapa daerah di Aceh, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua juga masuk kategori waspada cuaca ekstrem.


Kondisi cuaca yang berubah cepat dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan darat, laut, hingga penerbangan di beberapa daerah.


BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon maupun baliho saat hujan disertai petir terjadi.


Pewarta : Kancil

Minggu, 03 Mei 2026

Penyaluran Bansos Rampung, Jumlah Penerima Berkurang akibat Pindah Domisili dan Wafat

JT24 - Kota Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto telah menuntaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi kelompok rentan pada tahun ini. Dalam proses realisasinya, terdapat sejumlah perubahan data penerima manfaat, di antaranya karena penerima meninggal dunia maupun berpindah domisili.


Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Farida Mariana, menjelaskan bahwa dinamika data menjadi hal yang wajar dalam penyaluran bansos. Perubahan terjadi mulai dari jumlah sasaran dalam pagu anggaran, hasil verifikasi lapangan, hingga jumlah penerima yang benar-benar terealisasi.


“Salah satu kelompok rentan penerima bantuan sosial adalah lansia kurang mampu. Pada awalnya kami menganggarkan sebanyak 1.342 sasaran, namun setelah dilakukan verifikasi dan saat penyaluran terdapat penerima yang meninggal dunia atau telah berpindah domisili. Sehingga bantuan hanya disalurkan kepada 1.038 penerima, masing-masing menerima Rp500 ribu,” terangnya.



Lebih lanjut Farida menyampaikan bahwa perpindahan domisili juga memengaruhi jumlah penerima pada kelompok anak yatim non panti. Setiap penerima dalam kategori ini mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.


“Untuk anak yatim non panti, saat penyaluran, tiga orang telah berpindah domisili, sehingga bantuan yang tersalurkan hanya kepada 190 anak,” jelasnya.


Pada tahun ini, Pemkot Mojokerto juga mengalokasikan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas. Berdasarkan pagu anggaran, bantuan sebesar Rp350 ribu direncanakan untuk 263 penerima. Namun dalam realisasinya, bantuan tersalurkan kepada 236 orang.


“Perbedaan jumlah ini juga disebabkan adanya penerima yang meninggal dunia dan berpindah domisili. Sementara untuk bantuan bagi penyandang disabilitas berat, saat ini masih dalam proses sehingga belum terealisasi,” imbuh Farida.


Selain itu, kelompok rentan lain yang turut menerima bantuan adalah para tukang becak. Dari 313 orang yang dianggarkan, pada tahap penyaluran bantuan terealisasi kepada 292 orang.


“Hal ini karena satu orang diketahui telah berpindah domisili dan satu lainnya merupakan data ganda,” pungkasnya.


Pemkot Mojokerto memastikan penyaluran bansos dilakukan secara tepat sasaran melalui proses verifikasi dan validasi data yang berkelanjutan, guna menjamin bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. 


Pewarta : RD

Sabtu, 02 Mei 2026

Peringatan Hardiknas, Momentum untuk Merefleksi, Meneguhkan dan Menghidupkan Semangat Pendidikan Nasional

JT24 - Kota Mojokerto – Wali Kota Mojokerto menyampaikan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk melakukan refleksi serta meneguhkan kembali hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.


Hal tersebut ia sampaikan saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendiksasmen) RI Abdul Mu'ti dalam upacara peringatan Hardiknas yang digelar oleh Pemerintah Kota Mojokerto di Lapangan Sasana Praja Abhipraya, Balaikota Mojokerto, Sabtu (2/5). 


Lebih lanjut, dijabarkan oleh Ning Ita proses pendidikan yang  memuliakan manusia ini sejalan dengan dasar pendidikan yang diletakkan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, melalui Sistem Among 


"Pendidikan harus dilakukan secara tulus, penuh kasih dan sayang. Kita harus menghidupkan kembali spirit Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pendampingan) dalam setiap proses belajar mengajar untuk menumbuhkan potensi murid sebagai makhluk Tuhan yang mulia," tuturnya. 


Masih membacakan amanat Mendikdasmen, Ning Ita mengatakan bahwa dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).


Guna mendukung visi tersebut, terdapat lima kebijakan strategis yang ditekankan: pada pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan Digitalisasi pembelajaran; pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru; Penguatan karakter; meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan kesempatan pendidika  yang luas dengan layanan pendidikan yang mudah, murah dan fleksibel. 



Sebagai penutup, Ning Ita menegaskan bahwa kebijakan peningkatan mutu pendidikan akan terlaksana dengan mindset yang maju, mental yang kuat dan misi yang lurus. 


"Segala kebijakan peningkatan mutu ini memerlukan mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Mari kita perkuat kerja sama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua warga Kota Mojokerto demi Indonesia yang maju dan bermartabat," pungkasnya.


Pewarta : RD

Rabu, 29 April 2026

Sinergi Polri Dan Masyarakat Kunci Utama Dalam Menciptakan Keamanan Yang Berkelanjutan Tingkatkan Kualitas Pelayanan

JT24 - Palembang Sumsel, Polda Sumatera Selatan memperkuat fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) sebagai garda terdepan pendekatan preemtif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan supervisi yang dilakukan oleh Tim Korbinmas Baharkam Polri yang dipimpin langsung oleh Irjen Pol Kalingga Rendra, S.E., M.H., di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Rabu, 29 April 2026.


Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat implementasi fungsi preemtif kepolisian melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan Polri di tengah masyarakat.


Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumsel menyambut langsung kunjungan tersebut. Turut hadir Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol M. Rudy Syafirudin, S.I.K., S.H.serta jajaran pejabat utama di lingkungan Polda Sumsel.


Dalam arahannya, Irjen Pol Kalingga Rendra, S.E.M.H., menekankan pentingnya kehadiran aktif Polri di tengah masyarakat guna mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini.


“Bhabinkamtibmas harus menjadi problem solver di masyarakat. Deteksi dini dan komunikasi yang baik dengan warga adalah kunci menjaga stabilitas keamanan,” tegas Irjen Pol Kalingga Rendra, S.E., M.H.


Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan capaian kinerja Ditbinmas Polda Sumatera Selatan, penayangan video selayang pandang, serta pemberian penghargaan kepada personel Bhabinkamtibmas berprestasi. Selain itu, dilakukan peninjauan langsung kesiapan personel dan sarana pendukung tugas di lapangan apel Mapolda Sumsel.


Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K.,M.T.C.P.,menyampaikan bahwa kegiatan supervisi ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.


“Kami memastikan seluruh arahan strategis dari Baharkam Polri akan segera diimplementasikan oleh jajaran guna mendukung stabilitas kamtibmas dan program pembangunan nasional,” ujarnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa supervisi ini merupakan bagian dari penguatan profesionalisme anggota di lapangan.


“Sinergi antara Polri dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Polda Sumsel akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai penghubung langsung dengan masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Melalui penguatan fungsi Binmas ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pembinaan masyarakat demi menjaga stabilitas nasional Tandasnya,


#narasumbidhumaspoldasumsel,


Pewarta : Sirlani Lubay, Sumsel

Selasa, 28 April 2026

Serahkan SK Pengangkatan PNS dan perpanjangan PPPK formasi Tahun 2021, Ini Pesan Bupati Gresik

JT24 - Gresik - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan langsung surat keputusan (SK) pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) sekaligus pengambilan sumpah/janji, serta penyerahan perpanjangan kontrak PPPK formasi tahun 2021 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Kegiatan digelar di area parkir belakang Kantor Pemkab Gresik, Selasa (28/4/2026).


Sebanyak 468 SK diserahkan masing-masing untuk jabatan struktural 204 dan jabatan fungsional 264. Sedangkan pejabat fungsional yang dilantik berjumlah 8 orang dengan rincian penyuluh lingkungan hidup ahli pertama 1 orang, perencana ahli pertama 1 orang, pustakawan ahli pertama 2 orang, perawat ahli muda 1 orang, perawat ahli pertama 1 orang, bidan ahli pertama 1 orang, dan bidan ahli muda 1 orang.


Dalam arahannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan 3 (tiga) pesan utama kepada PNS yang baru diambil sumpahnya. Pertama meningkatkan disiplin dan etos kerja sebagai contoh bagi masyarakat. Kedua, menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.


"Kembangkan kompetensi diri agar mampu menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ingat, kita hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani," tegasnya.


Ketiga, lanjut Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, bahwa seluruh proses penempatan pejabat dilakukan berdasarkan prinsip meritokrasi dan sistem seleksi yang transparan. Menurut Bupati, penataan aparatur di lingkungan Pemkab Gresik yang berlandaskan sistem meritokrasi, dengan mengedepankan kompetensi dan potensi.


"Saya sangat prihatin jika di Kabupaten Gresik ada persoalan terkait SK palsu. Tentu ini mencoreng raihan prestasi birokrasi Pemkab Gresik yang sudah lama dibangun dengan susah payah. Saya mengapresiasi kepada Polres Gresik yang sudah menangani kasus ini dengan cepat. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus seperti ini," ujarnya.


Bupati Yani juga menekankan bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil bukan sekadar memperoleh status, melainkan amanah besar sebagai pelayan masyarakat, abdi negara, dan abdi pemerintah. Sumpah jabatan yang diucapkan merupakan janji suci yang tidak hanya disaksikan undangan, tetapi juga oleh Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga harus dijalankan dengan penuh kejujuran dan profesionalitas.


"ASN harus bekerja dengan penuh integritas, disiplin, tanggung jawab, serta dedikasi yang tinggi. Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang pengabdian," tuturnya.


"Untuk PPPK yang baru saja diperpanjang tingkatkan kedisiplinan, niatkan dengan ikhlas menjadi pegawai membantu masyarakat. Mudah-mudahan setelah menerima SK perpanjangan ini kerjanya semakin semangat dalam melayani masyarakat," pesannya.


Sementara, salah satu PNS yang menerima SK pengangkatan PNS Febri (26) mengungkapkan rasa syukur telah menerima SK dari Bupati Gresik. Ia mengaku bangga mengabdi sebagai PNS di Pemerintah Kabupaten Gresik. "Terharu dan senang. Insyaallah saya akan berusaha maksimal, belajar dan berkontribusi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Gresik," ucap Febry. 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik. 


Pewarta : Abah Ridw

Pemkot Mojokerto Dorong Peran KWT dalam Pengendalian Inflasi Lewat Budidaya Cabai

JT24 - Kota Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan tema kebijakan cabenisasi sebagai upaya pengendalian inflasi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PLUT, Selasa (28/4), dan diikuti 125 peserta yang berasal dari 29 kelompok KWT di Kota Mojokerto.


Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan tanaman pangan dan hortikultura yang telah dilaksanakan sebelumnya sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.


Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menegaskan bahwa keterbatasan lahan di wilayah perkotaan tidak menjadi penghalang untuk tetap berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya cabai menjadi salah satu langkah konkret yang didorong.


Ia juga menjelaskan bahwa budidaya cabai di tingkat rumah tangga merupakan solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, terutama saat terjadi naik turun harga.


“Satu-satunya upaya yang bisa kita lakukan adalah nandur lombok dewe, sehingga panjenengan tidak terlalu tergantung pada ketersediaan cabai di pasaran,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh anggota KWT untuk berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, baik dalam menjaga ketahanan pangan maupun mengendalikan inflasi daerah.


“Jadi tolong panjenengan ikut membantu menyukseskan satu program ketahanan pangan dan dua pengendalian inflasi, dengan ngeramut lombok di pekarangan panjenengan masing-masing,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto, Novi Rahardjo, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas KWT, baik dalam aspek budidaya maupun pengolahan hasil pertanian. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni 28 hingga 29 April 2026.


“Cabai dipilih karena komoditas pendukung inflasi secara nasional, sehingga jika secara masif dilakukan di Kota Mojokerto melalui program budidaya cabai serentak, diharapkan di setiap rumah tangga bisa mendapatkan dan memenuhi hasil cabai untuk rumah tangga,” jelasnya.


Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Pujiati Ningsih, serta Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Christianto.


Sebagai bentuk dukungan, pemkot juga menyiapkan 70 paket bahan ajar yang dibagikan kepada KWT untuk menunjang praktik budidaya cabai.


Melalui kegiatan ini, KWT diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus menjaga stabilitas harga cabai di Kota Mojokerto. 


Pewarta : RD

Minggu, 19 April 2026

ORMAS GARUDA GELAR HALAL BIHALAL, PERERAT SILATURAHMI DAN WUJUDKAN KEKUATAN ORGANISASI


JT24 - Surabaya, 19 April 2026 Organisasi Masyarakat (Ormas) Garuda menggelar acara Halal Bihalal dengan tema “Mempererat Silaturahmi, Mewujudkan Kekuatan Organisasi” pada bertempat di warkop mantul,,jalan Kusuma Bangsa no 31,surabaya


Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, ketua-ketua cabang, anggota, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Halal Bihalal menjadi momentum penting bagi Ormas Garuda untuk memperkuat ukhuwah, menyatukan visi, dan meneguhkan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang solid.

Ketua Umum Ormas Garuda H, ROSULI, SH,MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi pasca Idulfitri, tetapi menjadi sarana konsolidasi. “Silaturahmi adalah kekuatan kita. Dari sinilah lahir kekompakan, kepercayaan, dan energi untuk mewujudkan Garuda sebagai organisasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Ormas Garuda serta keberkahan bagi bangsa dan negara.


Pewarta: INDRI / YANTO

Minggu, 05 April 2026

Bantuan Pangan Tuntas untuk 14.507 KK, Pemkot Mojokerto Jaga Daya Beli Warga Pasca Lebaran

JT24 - Kota Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto memastikan penyaluran bantuan pangan beras alokasi Februari–Maret 2026 dari Pemerintah Pusat telah tuntas 100 persen kepada seluruh penerima manfaat. Sebanyak 14.507 kepala keluarga (KK) di Kota Mojokerto dipastikan telah menerima bantuan, yang menjadi penopang kebutuhan warga terutama setelah momentum Idulfitri.


Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa sebagian besar bantuan telah disalurkan bahkan sebelum Lebaran. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan masyarakat.  


“Alhamdulillah untuk Kota Mojokerto, penyaluran sudah dilakukan sebelum Lebaran untuk sebagian wilayah. Ini sangat membantu masyarakat karena biasanya kebutuhan meningkat menjelang Idulfitri,” tuturnya saat meninjau penyaluran di Kelurahan Gununggedangan, Sabtu (4/4). 


Ia menambahkan, sisa distribusi di dua kecamatan yakni Magersari dan Prajurit Kulon diselesaikan beberapa hari setelah Lebaran, dan hari ini menjadi penyaluran terakhir. Dengan demikian, seluruh penerima manfaat dipastikan telah menerima bantuan tanpa terkecuali.


“Insya Allah 14.507 KK semuanya sudah mendapatkan. Hari ini adalah hari terakhir penyaluran,” tegasnya.


Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto bantuan pangan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli warga serta mengendalikan inflasi daerah. 


Pemkot Mojokerto juga memperkuat distribusi pangan melalui 18 Peracangan TPID dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh kelurahan.


“Dengan adanya peracangan TPID dan KDKMP di setiap kelurahan, distribusi beras dan kebutuhan pokok lainnya bisa lebih terjangkau dan harga tetap terkendali,” jelasnya.


Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, yang turut meninjau langsung penyaluran, memastikan bahwa bantuan pangan yang merupakan program pemerintah pusat tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.


“Penyaluran hari ini merupakan yang terakhir di Kota Mojokerto. Ini untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat penerima manfaat,” tuturnya.


Ia menjelaskan, program bantuan pangan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjangkau lebih dari 33 juta masyarakat di seluruh Indonesia, dengan tujuan meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga.


“Bantuan ini untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok. Sekaligus sebagai stimulus agar harga pangan tetap stabil,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok saat ini masih terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kenaikan harga. “Kami pastikan kondisi aman, harga-harga terkendali. Masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.


Melalui penyaluran yang tuntas dan tepat sasaran ini, sinergi Pemerintah Kota Mojokerto bersama Bulog, TNI, Polri diharapkan dapat terus menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang berkembang. 


Pewarta : Abah Ridw

Senin, 30 Maret 2026

Pemkab Gresik dan Cargill Perkuat Kolaborasi Penurunan Stunting di Manyar

JT24 - Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Cargill Indonesia menutup Program Promosi dan Pencegahan Stunting Fase 2 yang dilaksanakan di enam desa di Kecamatan Manyar. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting di tingkat desa.


Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial.


“Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak bisa hanya pemerintah daerah, tidak cukup Dinas Kesehatan, tidak cukup KBPPPA, dan tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” tegasnya.

Program CSR PT Cargill Indonesia di Kecamatan Manyar menunjukkan capaian yang terukur. Sebanyak 42 laskar cegah stunting telah dilatih dalam komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung edukasi di masyarakat.


Intervensi juga menyasar kelompok strategis. Sebanyak 452 ibu menyusui mendapatkan edukasi dan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta 440 orang tua balita PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui parenting cegah stunting. Selain itu, 300 remaja putri telah mendapatkan edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting.


Dari sisi pelaksanaan kegiatan, tercatat 300 paket PMT edukasi telah didistribusikan dan 10 kali pertemuan sosialisasi telah dilaksanakan. Program ini juga menghasilkan resolusi tindakan yang diterapkan di tingkat keluarga, sekolah, dan desa. Penguatan komunikasi dilakukan melalui produksi dan pemasangan 500 lembar stiker edukasi terkait penyebab stunting yang menjangkau sedikitnya 100 keluarga sasaran. Media ini dimanfaatkan untuk mendukung kader dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting secara lebih efektif. Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap penurunan angka stunting.


“Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” ujarnya.


Ia juga menyoroti tantangan di Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih ditemukannya pernikahan usia muda yang berdampak pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam pencegahan stunting, terutama dalam membangun kesadaran orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.


“Memberikan asupan gizi kepada anak itu tidak mudah. Butuh kesabaran, waktu, dan pemahaman. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” imbuhnya.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus intervensi agar hasil yang dicapai lebih optimal.


“Kita tidak harus langsung menjangkau semua desa. Cukup fokus di enam desa ini, tapi hasilnya harus signifikan. Kalau ini berhasil, akan sangat membantu pemerintah daerah,” tambahnya.


Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penguatan intervensi berbasis desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui forum rembuk stunting desa, keterlibatan kader, serta dukungan dunia usaha.


Wabup Alif juga mengapresiasi peran laskar cegah stunting yang dinilai menjadi ujung tombak dalam pendampingan masyarakat di tingkat desa.


“Laskar ini harus kita kuatkan bersama. Harus terhubung dengan program pemerintah, dengan tenaga kesehatan, agar bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tuturnya.


Ke depan, enam desa dampingan di Kecamatan Manyar diharapkan dapat menjadi model dengan capaian penurunan stunting yang signifikan dan berkelanjutan.


Pewarta : Abah Ridw

TERBARU

Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun jarang disorot secara serius adalah larangan bagi wartawan untuk merangkap jabatan di lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas)

JT24 - Dunia jurnalistik dituntut menjaga marwah profesinya sebagai pilar keempat demokrasi. Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun ...