Jumat, 28 November 2025

Naik Kelas! Kota Mojokerto raih Predikat Swasti Saba Wiwerda 9 Tatanan Kota Sehat dan STBM Paripurna


Jatanraz24 - Kota Mojokerto - Kota Mojokerto berhasil meraih predikat Swasti Saba Wiwerda 9 tatanan dan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Paripurna dari Kemenkes RI. Penghargaan tersebut diumumkan dalam penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan STBM Award Tahun 2025, di Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Jumat (28/11).


Atas capaian ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi untuk seluruh elemen yang terlibat. Ia menyebut penghargaan dengan predikat yang semakin naik ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Mojokerto dalam mewujudkan lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.


"Alhamdulillah, artinya komitmen dan upaya kolektif yang kita lakukan selama ini terbukti membawa hasil. Kota Mojokerto terus bergerak naik kelas dalam menciptakan kota yang lebih sehat, tertata, dan berkelanjutan," tutur Ning Ita, sapaan akrabnya.


Perjalanan Kota Sehat Kota Mojokerto terus menunjukkan tren positif, pada tahun 2017 Kota Mojokerto meraih predikat Swasti Saba Padapa 2 tatanan, kemudian pada tahun 2019 meraih predikat Swasti Saba Wiwerda 6 tatanan. Selanjutnya pada tahun 2023 meraih Swasti Saba Padapa 9 tatanan, dan pada tahun ini naik kelas dengan predikat Swasti Saba Wiwerda 9 tatanan. 


Begitu pula dengan STBM, sejak tahun 2020 Kota Mojokerto telah mendapat penghargaan STBM kategori percepatan ODF, pada tahun 2021 kembali meraih penghargaan STBM berkelanjutan sebagai kota terbaik nomor 2 nasional dalam kategori Enebling Environment, selanjutnya pada tahun 2024 Kota Mojokerto mendapatkan penghargaan STBM Kategori Madya. Dan tahun ini kembali mengukir prestasi dengan capaian STBM Paripurna.


"Capaian ini tentu berkat kolaborasi dan kerja keras seluruh perangkat daerah, forum kota sehat, kader-kader di kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat yang menjaga lingkungannya tetap bersih dan sehat, tentu untuk meraih ini kita tidak bisa berdiri sendiri," ungkapnya.


Dengan capaian ini, masyarakat yang hidup dan tinggal di Kota Mojokerto dapat merasakan manfaat nyata dengan kota yang semakin bersih, rapi, dan sehat. Dengan lingkungan yang sehat dan bersih akan mencipakan generasi hebat yang akan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.


Pewarta : RD

Kamis, 27 November 2025

Wali Kota Mojokerto Launching Tim Siaga Bencana Kelurahan Prajuritkulon



Jatanraz24 - Kota Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meresmikan Tim Siaga Bencana Kelurahan Prajuritkulon, Kamis (27/11). Peluncuran ini sekaligus dilakukan sosialisasi kebencanaan yang menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya banjir dan kebakaran.


Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menyampaikan bahwa kondisi geografis dan kepadatan Kota Mojokerto membuat wilayah ini memiliki risiko bencana yang perlu diantisipasi secara serius.


“Harus tetap waspada di tengah cuaca yang musim penghujan belum pada masa puncaknya, maka pohon-pohon yang sudah kategori tua dan potensi terjadi tumbang harus menjadi kewaspadaan kita semuanya, ” tutur Ning Ita. 


Ia menjelaskan bahwa Kota Mojokerto memiliki topografi rendah, berada pada ketinggian rata-rata 22 meter dengan kemiringan lahan 0–3 persen. Posisi ini menyebabkan wilayah kota menjadi titik kumpul air ketika terjadi hujan deras berkepanjangan.


Selain itu, Kota Mojokerto dialiri tujuh sungai besar diantaranya Brantas, Brangkal, Sadar, Cemporat, Ngrayung, Watu Dakon, dan Ngotok/Pulo yang memperbesar potensi banjir, terutama jika terjadi kerusakan tanggul di wilayah hulu.


Ning Ita juga menyoroti ancaman kebakaran yang meningkat akibat padatnya permukiman penduduk. Ia menyebut 57 persen wilayah kota merupakan kawasan pemukiman, sehingga penyebaran api dapat terjadi dengan cepat jika terjadi insiden.


Melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana, Pemkot menargetkan masyarakat mampu menjadi subjek dalam penanganan bencana. Sejalan dengan arahan presiden bahwa masyarakat harus memiliki langkah cepat, sistematis, dan terukur ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing.


“Masyarakat jangan hanya sebagai objek tapi sudah harus menjadi subjek, yang artinya harus sudah sadar bagaimana menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana, bagaimana mendeteksi potensi bencana, bagaimana kalau bencana terjadi langkah pertama yang harus dilakukan,” terangnya.


Sebagai informasi, Prajuritkulon menjadi kelurahan ketiga yang ditetapkan sebagai Kelurahan Siaga Bencana setelah Gununggedangan dan Surodinawan. Ning Ita menargetkan seluruh kelurahan di Kota Mojokerto membentuk tim serupa.


Pada kesempatan ini, Ning Ita juga menegaskan pentingnya koordinasi tiga pilar kelurahan serta pelatihan berkelanjutan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.


Ning Ita kembali menegaskan, bahwa potensi ancaman wilayah Prajuritkulon yang berada di dekat tanggul sungai dan memiliki kepadatan penduduk tinggi.


“Ini adalah kampung yang sangat padat penduduk dan di sebelahnya tanggul sungai, jangan sampai banjir atau tanggul jebol terjadi, tapi kita harus sadar potensi ancaman itu,” tutupnya. 


Pewarta: RD

MSF 2025 Usai, Wali Kota Mojokerto Serahkan Hadiah Utama Umrah



Jatanraz24 - Kota Mojokerto – Mojo Shop Fiesta (MSF) 2025 telah berakhir, dengan Rifa Nur Diana sebagai pemenang utama yang mendapatkan hadiah umrah. Secara simbolis, hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di Rumah Rakyat pada Kamis (27/11).


Selain menyerahkan hadiah utama berupa 1 paket umrah, Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini juga menyerahkan  hadiah berupa 1 unit sepeda motor kepada Padmo Yatmoko dengan didampingi oleh Kepala Bank Jatim Mojokerto dan Kepala Diskopukmperindag. 


“Ini adalah rezeki bagi panjenengan. Dari ribuan peserta, panjenengan berdua adalah yang ditakdirkan untuk mendapatkan hadiah ini. Selamat, semoga berkah,” kata Ning Ita. 


Rifa menceritakan bahwa ia tidak menyangka akan menjadi pemenang event belanja yang secara rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto ini. 


“Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali, otomatis nggak mengira karena dengan belanja kebutuhan sehari-hari bisa mendapatkan hadiah luar biasa sekali. Awalnya juga nggak berharap banyak karena belanjanya tidak begitu banyak. Bersyukur banget,” kata Rifa. 


Ia mengaku pengalaman ini membuatnya ingin mengajak lebih banyak orang ikut serta pada MSF tahun depan. “Saya akan menularkan kepada teman-teman untuk ikut event seperti ini lagi, mudah-mudahan dapat rezeki seperti saya. MSF sangat bagus, toko-toko jadi lebih laris dan terkenal, masyarakat juga bisa memenuhi kebutuhan. Harapannya lebih banyak toko yang ikut event seperti ini,” pungkasnya. 


Sebagaimana Rifa, Yadi Patmoko juga tidak menyangka bahwa ia akan mendapatkan hadiah dalam MSF 2025. “Alhamdulillah dapat hadiah sepeda motor, tidak pernah terpikir. Ini benar-benar kejutan. Pas ngisi ya bismillah semoga dapat. Tapi karena ngisi bulan Juli dan baru sekarang dapat, sempat lupa. Jadi waktu ditelpon dan dikonfirmasi ikut MSF, saya sempat mikir sebentar,” tutur Moko sambil tersenyum.


Ia menilai MSF merupakan program yang layak dilanjutkan karena persyaratannya mudah serta tidak merugikan konsumen. “Apa yang menjadi kewajiban kita harus dituntaskan dulu, apalagi yang menyangkut hak orang lain. MSF perlu dilanjutkan karena konsumen tidak dirugikan. Kita membeli sesuai nilai, dapat reward, dan undiannya nyata—benar-benar ada hadiahnya,” cerita Moko. 


MSF yang berlangsung selama Juni - September 2025 melibatkan tenant partner sebanyak 843 tempat usaha. Diantaranya adalah ini Superindo tempat Rifa berbelanja dan  Toko Aurora tempat Moko berbelanja pada Juli 2025 lalu.


MSF tahun ini berhasil menembus omset sebesar  1,8 milliar rupiah dengan customer terdaftar lebih dari 1.300 orang dan kupon beredar lebih dari 10.000 kupon. 


Pewarta : RD

Senin, 17 November 2025

Sosialisasikan Program STAR, Ning Ita akan Jembatani Komunikasi Efektif Orangtua dan Anak Remajanya



Jatanras24 - Kota Mojokerto - Setelah resmi diluncurkan, Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja) kini mulai disosialisasikan ke masyarakat. Senin (17/11), sosialisasi digelar kelurahan - kelurahan seperti yang dikakukan di Kelurahan Pulorejo dan Surodinawan. 


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan bahwa STAR merupakan respons atas kebutuhan komunikasi dan pola asuh yang tepat di era modern. “STAR ini sudah kita launching, dan tahun 2026 baru akan berjalan efektif seperti SOTH kemarin, tetapi dengan sasaran berbeda,” tutur Ning Ita, sapaan akrabnya.


Setiap kelurahan nantinya akan diikuti sekitar 50 orangtua dan 50 anak remaja. Menurut Ning Ita, program ini penting untuk menjawab persoalan yang sering muncul pada remaja akibat pola asuh dan komunikasi yang tidak tepat. 


“Selama ini kita temukan masih banyak kondisi di mana orangtua tidak memahami karakteristik remaja, sehingga menimbulkan berbagai persoalan, " jelasnya.


STAR dirancang menjadi jembatan antara orangtua dan anak remaja mereka, dengan menghadirkan para ahli seperti dokter, psikolog, dan BNN. Mereka akan memberikan materi seputar perkembangan emosional, sosial, hingga teknik komunikasi efektif dan empatik.


“Model pola asuh dulu sudah tidak bisa diterapkan sekarang. Orangtua harus mau mendengar dan menyesuaikan diri dengan zaman anaknya, termasuk dalam menghadapi pengaruh media sosial,” tegas Ning Ita.


Data kependudukan mencatat jumlah remaja di Kota Mojokerto sekitar 16,47 persen dari total penduduk. Meski tidak besar, mereka adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik. 


“Ini sejalan dengan cita pertama dalam Panca Cita Kota Mojokerto yakni Peningkatan Kualitas SDM. Remaja kita harus sehat, berpendidikan, dan memiliki karakter kuat,” tambahnya.


Program STAR dijadwalkan berlangsung dalam empat kali pertemuan di setiap kelurahan. Dengan program ini, diharapkan dapat menanamkan pola komunikasi yang penuh kasih dan efektif dalam keluarga, sebagai modal penting dalam membentuk generasi unggul di masa depan.  


Pewarta : RD

Sabtu, 15 November 2025

MaDas PAC Benjeng Gresik Memberikan Santunan Anak Yatim



Jatanras24 - Gresik, 15 November 2025 – Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Ormas Madas Gresik, Jawa Timur, mengukuhkan kembali komitmen sosialnya dengan melanjutkan program santunan anak yatim piatu.


Kegiatan yang penuh berkah ini direncanakan akan berlangsung pada hari Sabtu,15 November 2025, menyasar anak-anak yatim piatu di Desa Klotok dan Desa Dermo, Kecamatan Balongpanggang, dan kecamatan benjeng Kabupaten Gresik.



Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sosial yang telah menjadi agenda rutin Ormas Madas DPAC Gresik. Tujuannya adalah untuk terus menebarkan kebahagiaan dan meringankan beban hidup anak-anak yang membutuhkan, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat setempat. Ketua DPAC Ormas Madas Gresik, bang Roy Panggilan akrabnya.


Menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian organisasi terhadap sesama. "Kami merasa terpanggil untuk terus mendukung dan membahagiakan anak-anak yatim piatu, terutama di Desa Klotok dan Desa Dermo. 




Mereka adalah titipan yang harus kita jaga dan berikan perhatian penuh," ujarnya. "Melalui santunan ini, kami berharap dapat memberikan sedikit kelegaan dan semangat bagi mereka untuk menatap masa depan," tambahnya.


Rencananya, santunan yang akan diberikan meliputi uang tunai, paket kebutuhan pokok,  diharapkan dapat membantu proses belajar anak-anak.


Persiapan acara telah dilakukan dengan matang oleh seluruh anggota Ormas Madas DPAC Gresik, berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat serta tokoh masyarakat di kedua desa tersebut.


Kegiatan santunan anak yatim piatu ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat materiil, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi anak-anak untuk terus berjuang dan meraih impian mereka.


Ormas Madas DPAC Gresik berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi organisasi atau individu lain untuk turut berkontribusi bagi masyarakat.


Pewarta : Radi

Rabu, 12 November 2025

Hari Kesehatan Nasional ke-61, Ning Ita Canangkan Senam Kreasi Kota Mojokerto Diterapkan di Seluruh Instansi Pemerintah dan Sekolah.



JATANRAZ24  - Kota Mojokerto – Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kota Mojokerto digelar di GOR Seni Majapahit, Rabu (12/11/2025). Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memimpin apel sekaligus mencanangkan Senam Kreasi Kota Mojokerto untuk diterapkan di seluruh instansi pemerintah dan sekolah-sekolah di Kota Mojokerto.


Dalam apel tersebut, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto membacakan amanat Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”


“84 juta anak Indonesia hari ini akan mencapai usia produktif pada tahun 2045, tepat satu abad Indonesia merdeka. Kita hanya memiliki dua dekade lagi untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat, tangguh, dan unggul. Tema ‘Generasi Sehat, Masa Depan Hebat’ pada Hari Kesehatan Nasional ke-61 adalah seruan pengingat bagi kita semua, bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari,” tuturnya. 


Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa transformasi kesehatan Indonesia menjadi pondasi menuju masa depan yang lebih baik. 


“Fokus kita bergeser dari mengobati orang sakit, menjadi menjaga orang sehat tetap sehat. Transformasi kesehatan harus terus kita gelorakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah, kualitas yang baik, dan biaya yang terjangkau,” lanjutnya.


Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Senam Kreasi Kota Mojokerto yang diikuti seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan OPD, Kelurahan, Rumah Sakit, hingga pelajar sekolah. Senam tersebut akan menjadi identitas kebugaran khas Kota Mojokerto dan akan diterapkan di seluruh perangkat daerah, kantor pemerintahan, serta sekolah-sekolah.


Rangkaian kegiatan HKN ke-61 di Kota Mojokerto juga diwarnai dengan berbagai kegiatan, di antaranya penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah di berbagai rumah sakit, lomba-lomba, seminar remaja, skrining kesehatan bagi ojek online, serta senam dan jalan sehat bersama masyarakat. 


Pewarta : RD / Kancil

Rabu, 05 November 2025

Ning Ita Dorong UMKM Kota Mojokerto Kuasai Branding dan Digital Marketing.



JATANRAS24 -  Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus mendorong agar UMKM lokal naik kelas. Menurutnya tak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, namun juga perlu memperkuat packaging, branding, hingga strategi pemasaran yang kreatif di era digital saat ini. 


Hal itu disampaikan Ning Ita, sapaan akrab wali kota saat meninjau dua pelatihan sekaligus, yakni Branding dan Packaging serta Digital Marketing bagi puluhan pelaku UMKM di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Rabu (5/11).


Pelatihan ini diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman (mamin), fashion, craft, hingga alas kaki. Mereka tidak hanya mendapat materi, tetapi juga praktik, salah satunya promosi digital melalui live di platform media sosial.


“Persaingan saat ini bukan hanya di produk, berkualitas saja tidak cukup, tapi bagaimana cara kita mengemas dan memasarkan. Produk yang bagus tapi tidak dikenal akan sulit berkembang,” tutur Ning Ita.


Pemkot Mojokerto berkomitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. 


Pelatihan seperti ini menjadi langkah strategis agar pelaku UMKM di Kota Mojokerto semakin adaptif terhadap perubahan zaman. Pada kesempatan ini, Ning Ita juga turut memborong sejumlah produk lokal UMKM


“Era digital memberikan peluang yang sangat besar. Dengan kemasan menarik dan promosi yang tepat di media sosial, produk UMKM kita bisa dikenal lebih luas,” terang Ning Ita.


Pemerintah Kota Mojokerto akan terus “menggerojok” pelatihan bagi UMKM di berbagai bidang. Langkah ini dilakukan agar pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan berinovasi.


“kami akan terus hadir memberikan pendampingan dan pelatihan agar UMKM bisa bertransformasi, tidak hanya bertahan tetapi juga tumbuh dengan kuat,” pungkas Ning Ita. 


Pewarta : RD

Senin, 03 November 2025

Gempar Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan



JATANRAS24 - SAMPANG-Warga Dusun Prekedan, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria tanpa identitas (Mister X) dalam kondisi mengenaskan pada Minggu (2/11/2025) sore. Korban ditemukan di jalan setapak wilayah setempat dengan tanda-tanda kekerasan serius yang mengarah pada dugaan tindak kriminalitas.


Pria yang diperkirakan berusia paruh baya tersebut ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dengan kondisi terikat: kedua tangan terikat ke belakang dan mata ditutup kain. Bagian tubuh korban juga dipenuhi sejumlah luka robek.


Pelaksana Harian (Plh) Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya insiden penemuan mayat Sampang ini. Ia menjelaskan bahwa informasi awal diterima oleh anggota Polsek Tambelangan dari laporan masyarakat yang menemukan pria tersebut dalam keadaan terluka parah dan tak sadarkan diri.


“Tempat kejadian perkaranya (TKP) berada di Dusun Prekedan, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan. Kami segera menerjunkan tim untuk mengamankan lokasi dan memberikan pertolongan pertama,” ujar AKP Eko Puji Waluyo.


Petugas Polsek Tambelangan bersama warga segera membawa korban yang saat ditemukan masih bernapas ke Puskesmas Tambelangan untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Pada pukul 16.03 WIB, korban penemuan mayat Sampang tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis Puskesmas.


AKP Eko Puji Waluyo merinci bahwa kondisi korban penuh luka, yang mengindikasikan adanya kekerasan serius sebelum kematian.


“Korban mengalami luka robek di beberapa bagian tubuhnya, yang cukup parah. Luka-luka tersebut antara lain terdapat di lengan kiri, perut bagian kiri, wajah sebelah kanan, tengkuk, punggung, dan bahu. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya tindakan kriminal yang terencana,” jelasnya.


Hingga berita ini diturunkan, identitas korban (Mister X) maupun motif di balik peristiwa keji ini belum diketahui secara pasti. Polres Sampang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas korban, motif pembunuhan, serta memburu pelaku yang bertanggung jawab.


Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses visum dan otopsi guna memastikan penyebab kematian dan mengumpulkan bukti forensik.


“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan jika memiliki informasi mengenai identitas korban atau hal lain yang berkaitan dengan penemuan mayat Sampang ini, segera melapor ke pihak kepolisian terdekat,” tutupnya.


Pewarta : RD

TERBARU

Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun jarang disorot secara serius adalah larangan bagi wartawan untuk merangkap jabatan di lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas)

JT24 - Dunia jurnalistik dituntut menjaga marwah profesinya sebagai pilar keempat demokrasi. Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun ...