Selasa, 26 Mei 2026

Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun jarang disorot secara serius adalah larangan bagi wartawan untuk merangkap jabatan di lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas)


JT24 - Dunia jurnalistik dituntut menjaga marwah profesinya sebagai pilar keempat demokrasi. Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun jarang disorot secara serius adalah larangan bagi wartawan untuk merangkap jabatan di lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas). Praktik ini bukan hanya menimbulkan konflik kepentingan, tetapi juga berisiko mencederai kepercayaan publik terhadap media.


Independensi dan netralitas adalah fondasi utama dalam kerja jurnalistik. Wartawan dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bebas dari pengaruh kelompok mana pun. Namun, ketika seorang jurnalis juga berperan aktif sebagai pengurus atau anggota LSM dan ormas, maka batas antara kepentingan jurnalistik dan kepentingan kelompok menjadi kabur.


Salah seorang Tokoh Pers Ilham Bintang, menyebut bahwa wartawan harus menjaga jarak dari semua bentuk kekuatan eksternal yang dapat memengaruhi integritasnya, termasuk LSM dan ormas. "Kita tidak ingin wartawan menjadi corong atau alat propaganda kelompok tertentu. Kalau dia aktif di LSM, bagaimana mungkin dia meliput secara adil jika berhadapan dengan isu yang menyangkut organisasinya sendiri?" ujarnya.



Senada dengan itu,Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Pers, Arif Zulkifli, juga menegaskan bahwa wartawan yang merangkap jabatan di LSM atau ormas telah melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), khususnya pasal yang menuntut independensi dan bebas dari konflik kepentingan.



“Wartawan tidak boleh terlibat dalam kegiatan yang menjadikannya berpihak. Apalagi sampai membawa nama media untuk kepentingan kelompoknya. Itu mencederai prinsip kerja jurnalistik yang netral dan objektif,” tegas Arif.

Konflik kepentingan ini tidak hanya berdampak pada kredibilitas wartawan, tetapi juga mencoreng reputasi media tempatnya bekerja. Masyarakat akan ragu terhadap keabsahan berita yang disampaikan, terlebih jika konten berita terindikasi berpihak, mengandung promosi tersembunyi, atau bahkan serangan terhadap pihak lain.



Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Sari, menyebut bahwa di era media digital yang serba cepat ini, integritas wartawan menjadi taruhan penting. “Wartawan yang juga aktivis LSM rawan terjebak dalam jurnalisme advokasi yang ekstrem. Publik bisa kehilangan kepercayaan, karena mereka tidak tahu lagi apakah yang dibaca itu berita atau agenda kelompok,” katanya.



Kasus seperti ini juga sering ditemukan di daerah, di mana wartawan sekaligus aktif di ormas atau LSM yang berfungsi sebagai pengawas anggaran, pemantau pilkada, atau pegiat isu-isu lokal. Keterlibatan ganda ini bisa menciptakan relasi yang rumit, bahkan membuka peluang barter informasi, pemerasan, atau konflik terbuka dengan narasumber.



Sebenarnya, regulasi sudah cukup jelas. Dalam Pedoman Perilaku Wartawan dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan Dewan Pers, disebutkan bahwa wartawan dilarang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi, apalagi organisasi eksternal. Bahkan, beberapa organisasi profesi seperti PWI dan AJI memiliki kode etik internal yang lebih tegas soal ini


Pewarta : RD

Senin, 25 Mei 2026

Prakiraan BMKG Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia

JT24 - Cuaca di sebagian wilayah Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga hujan sedang pada Selasa, 26 Mei 2026. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul sewaktu-waktu, terutama berupa petir, kilat, dan angin kencang saat beraktivitas di luar ruangan.


Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, kondisi atmosfer di sejumlah wilayah masih mendukung terbentuknya awan hujan sejak pagi hingga malam hari.


Prakirawan BMKG, Nazmi, menjelaskan bahwa hujan ringan menjadi kondisi cuaca yang paling banyak terjadi di Indonesia hari ini. Meski demikian, beberapa daerah tetap berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir.


“Sejumlah wilayah perlu mewaspadai hujan disertai kilat dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari,” ujar Nazmi dalam laporan prakiraan cuaca harian.


Sumatera, hujan rintik-rintik diperkirakan mengguyur Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, hingga Tanjung Pinang. Sementara itu, Kota Padang dan Pangkal Pinang masuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan petir.


BMKG mencatat Bandar Lampung berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang. Sedangkan Palembang diprakirakan mengalami kondisi udara kabur akibat faktor kelembapan dan partikel udara.


Wilayah Pulau Jawa, sebagian besar kota besar diprediksi mengalami hujan ringan seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Serang. Adapun Yogyakarta diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal sepanjang hari.


Untuk Bali dan Nusa Tenggara, cuaca di Denpasar diperkirakan turun hujan ringan, sedangkan Mataram dan Kupang cenderung cerah berawan.


Di wilayah Kalimantan, hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. BMKG juga meminta warga di Tanjung Selor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan petir yang dapat terjadi secara tiba-tiba.


Sementara Samarinda diprediksi mengalami udara kabur pada beberapa waktu tertentu.


Cuaca di Pulau Sulawesi umumnya lebih bersahabat. Kota Palu, Kendari, dan Manado diperkirakan mengalami hujan ringan, sedangkan Makassar, Gorontalo, dan Mamuju cenderung cerah berawan.


Untuk kawasan Indonesia timur, hujan ringan diprakirakan turun di Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, Nabire, hingga Merauke. Sedangkan Jayapura diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang.


BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Utara dan Maluku Utara dengan status siaga. Selain itu, beberapa daerah di Aceh, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua juga masuk kategori waspada cuaca ekstrem.


Kondisi cuaca yang berubah cepat dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan darat, laut, hingga penerbangan di beberapa daerah.


BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon maupun baliho saat hujan disertai petir terjadi.


Pewarta : Kancil

Minggu, 03 Mei 2026

Penyaluran Bansos Rampung, Jumlah Penerima Berkurang akibat Pindah Domisili dan Wafat

JT24 - Kota Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto telah menuntaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi kelompok rentan pada tahun ini. Dalam proses realisasinya, terdapat sejumlah perubahan data penerima manfaat, di antaranya karena penerima meninggal dunia maupun berpindah domisili.


Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Farida Mariana, menjelaskan bahwa dinamika data menjadi hal yang wajar dalam penyaluran bansos. Perubahan terjadi mulai dari jumlah sasaran dalam pagu anggaran, hasil verifikasi lapangan, hingga jumlah penerima yang benar-benar terealisasi.


“Salah satu kelompok rentan penerima bantuan sosial adalah lansia kurang mampu. Pada awalnya kami menganggarkan sebanyak 1.342 sasaran, namun setelah dilakukan verifikasi dan saat penyaluran terdapat penerima yang meninggal dunia atau telah berpindah domisili. Sehingga bantuan hanya disalurkan kepada 1.038 penerima, masing-masing menerima Rp500 ribu,” terangnya.



Lebih lanjut Farida menyampaikan bahwa perpindahan domisili juga memengaruhi jumlah penerima pada kelompok anak yatim non panti. Setiap penerima dalam kategori ini mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.


“Untuk anak yatim non panti, saat penyaluran, tiga orang telah berpindah domisili, sehingga bantuan yang tersalurkan hanya kepada 190 anak,” jelasnya.


Pada tahun ini, Pemkot Mojokerto juga mengalokasikan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas. Berdasarkan pagu anggaran, bantuan sebesar Rp350 ribu direncanakan untuk 263 penerima. Namun dalam realisasinya, bantuan tersalurkan kepada 236 orang.


“Perbedaan jumlah ini juga disebabkan adanya penerima yang meninggal dunia dan berpindah domisili. Sementara untuk bantuan bagi penyandang disabilitas berat, saat ini masih dalam proses sehingga belum terealisasi,” imbuh Farida.


Selain itu, kelompok rentan lain yang turut menerima bantuan adalah para tukang becak. Dari 313 orang yang dianggarkan, pada tahap penyaluran bantuan terealisasi kepada 292 orang.


“Hal ini karena satu orang diketahui telah berpindah domisili dan satu lainnya merupakan data ganda,” pungkasnya.


Pemkot Mojokerto memastikan penyaluran bansos dilakukan secara tepat sasaran melalui proses verifikasi dan validasi data yang berkelanjutan, guna menjamin bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. 


Pewarta : RD

Sabtu, 02 Mei 2026

Peringatan Hardiknas, Momentum untuk Merefleksi, Meneguhkan dan Menghidupkan Semangat Pendidikan Nasional

JT24 - Kota Mojokerto – Wali Kota Mojokerto menyampaikan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk melakukan refleksi serta meneguhkan kembali hakikat pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.


Hal tersebut ia sampaikan saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendiksasmen) RI Abdul Mu'ti dalam upacara peringatan Hardiknas yang digelar oleh Pemerintah Kota Mojokerto di Lapangan Sasana Praja Abhipraya, Balaikota Mojokerto, Sabtu (2/5). 


Lebih lanjut, dijabarkan oleh Ning Ita proses pendidikan yang  memuliakan manusia ini sejalan dengan dasar pendidikan yang diletakkan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, melalui Sistem Among 


"Pendidikan harus dilakukan secara tulus, penuh kasih dan sayang. Kita harus menghidupkan kembali spirit Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pendampingan) dalam setiap proses belajar mengajar untuk menumbuhkan potensi murid sebagai makhluk Tuhan yang mulia," tuturnya. 


Masih membacakan amanat Mendikdasmen, Ning Ita mengatakan bahwa dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).


Guna mendukung visi tersebut, terdapat lima kebijakan strategis yang ditekankan: pada pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan Digitalisasi pembelajaran; pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru; Penguatan karakter; meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan kesempatan pendidika  yang luas dengan layanan pendidikan yang mudah, murah dan fleksibel. 



Sebagai penutup, Ning Ita menegaskan bahwa kebijakan peningkatan mutu pendidikan akan terlaksana dengan mindset yang maju, mental yang kuat dan misi yang lurus. 


"Segala kebijakan peningkatan mutu ini memerlukan mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Mari kita perkuat kerja sama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua warga Kota Mojokerto demi Indonesia yang maju dan bermartabat," pungkasnya.


Pewarta : RD

TERBARU

Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun jarang disorot secara serius adalah larangan bagi wartawan untuk merangkap jabatan di lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun organisasi kemasyarakatan (ormas)

JT24 - Dunia jurnalistik dituntut menjaga marwah profesinya sebagai pilar keempat demokrasi. Salah satu prinsip yang kerap dilanggar namun ...